Laman

Selasa, 05 Oktober 2010

Stuxnet Bentuk Terorisme di Dunia Maya

JAKARTA, KOMPAS.com - Serangan worm Stuxnet baru-baru ini menimbulkan banyak spekulasi dan diskusi mengenai maksud dan tujuan, asal, dan yang terpenting adalah identitas dari penyerang dan targetnya. Sejauh ini belum ada yang punya cukup bukti untuk mengidentifikasi penyerang atau targetnya. Namun, sejumlah ahli keamanan internet menengarai Stuxnet adalah satu-satunya serangan malware canggih yang didukung dengan biaya besar, tim penyerang dengan keahlian tinggi, dan pengetahuan teknologi SCADA yang baik.

"Saya rasa ini adalah saat yang menentukan, saat kita memasuki dunia yang benar-benar baru, karena di masa lalu hanya ada penjahat dunia maya. Saya khawatir sekarang giliran terorisme dunia maya, senjata dunia maya dan perang dunia maya," kata Eugene Kaspersky, Co-founder and Chief Executive Officer of Kaspersky Lab dalam rilis persnya. Kaspersky percaya serangan jenis ini hanya dapat dilakukan dengan dukungan dan sokongan dari sebuah negara.
Sewaktu berbicara dalam Kaspersky Security Symposium dengan para jurnalis di Munich, Jerman, beberapa waktu lalu, Kaspersky mengibaratkan Stuxnet seperti membuka Kotak Pandora. "Program jahat ini tidak dirancang untuk mencuri uang, mengirimkan spam, atau mengambil data pribadi, tidak, jenis malware ini dirancang untuk menyabotase gedung-gedung, untuk merusak sistem industri," ujar Eugene Kaspersky.
"Saya khawatir ini adalah awal dari dunia baru. Tahun 90-an adalah dekade cyber-vandals, tahun 2000-an adalah dekade penjahat dunia maya. Saya khawatir sekarang adalah era perang dunia maya dan terorisme dunia maya," ujar Kaspersky.

Para peneliti di Kaspersky Lab secara independen menemukan bahwa worm tersebut mengeksploitasi empat kerentanan zero-day terpisah. Analis Kaspersky melaporkan tiga dari kerentanan baru tersebut langsung kepada Microsoft dan bekerja sama dengan vendor tersebut selama pembuatan dan peluncuran perbaikan piranti lunak. Selain mengeksploitasi empat kerentanan zero-day, Stuxnet juga memanfaatkan dua sertifikat valid (dari Realtek dan JMicron) yang membantu menjaga malware tetap di bawah radar untuk jangka waktu yang cukup lama.
Tujuan utama worm ini adalah untuk mengakses Simatic WinCC SCADA, yang digunakan sebagai sistem pengendali industri dan bertugas untuk mengawasi dan mengendalikan industri, infrastruktur, atau proses-proses berbasis fasilitas. Sistem serupa digunakan secara luas pada pengilangan minyak, pembangkit tenaga listrik, sistem komunikasi yang besar, bandar udara, perkapalan, dan bahkan instalasi militer secara global.
Pengetahuan mendalam tentang teknologi SCADA, kecanggihan serangan yang berlapis-lapis, penggunaan beberapa kerentanan zero-day dan sertifikat yang sah membawa kita kepada pemahaman bahwa Stuxnet diciptakan oleh tim yang terdiri dari para professional dengan keahlian yang sangat terampil dan memiliki sumber daya dan dukungan finansial yang besar.

Target serangan dan wilayah yang dijangkiti oleh worm ini (terutama Iran) menyiratkan bahwa mereka bukanlah kelompok penjahat dunia maya biasa. Lebih jauh lagi, ahli keamanan Kaspersky yang menganalisa kode worm tersebut menegaskan bahwa tujuan utama Stuxnet bukan untuk memata-matai sistem yang terinfeksi tetapi untuk melakukan sabotase. Semua fakta di atas mengindikasikan perkembangan Stuxnet sepertinya didukung oleh sebuah negara, yang memiliki data intelijen yang kuat.
Kaspersky Lab percaya Stuxnet adalah prototipe senjata dunia maya yang akan mengarah pada penciptaan persaingan kekuatan baru di dunia. Kali ini akan menjadi persaingan kekuatan dunia maya.

Stuxnet Mungkin Didanai Pemerintah atau Lembaga Swasta

 JAKARTA, KOMPAS.com - Penyebaran malware (malicious software) alias program jahat di dunia maya tak lagi sekadar iseng atau mencuri data rahasia di komputer korban. Sebuah malware jenis worm terbaru yang diberi nama Stuxnet kini juga menerobos sistem kontrol industri yang bisa menyebabkan bencana besar di dunia nyata.
"Kami benar-benar belum pernah melihat worm yang seperti ini sebelumnya," kata Liam O'Murchu, Peneliti, Symantec Security Response dalam rilis persnya pekan lalu. "Fakta bahwa worm ini dapat mengontrol cara kerja mesin fisik tentunya sangat mengganggu," lanjutnya.

Worm tersebut telah menyebar di penjuru dunia dan salah satu targetnya adalah kontrol fasilitas nuklir Iran. Worm tersebut juga berpotensi menyerang stasiun pembangkit listrik dan berusaha untuk melumpuhkan keamanan nasional sebuah negara.

Berdasarkan pengamatan para peneliti, kemungkinan pihak yang berada di belakang pembuatan Stuxnet worm adalah pemerintah atau sebuah lembaga swasta yang kaya. Worm in terdiri dari program-program komputer kompleks yang pembuatannya memerlukan beragam keterampilan. Worm ini sangat canggih, didanai sangat besar dan tidak banyak kelompok yang dapat melancarkan ancaman seperti ini.
Para pakar Symantec memperkirakan pengerjaan proyek ini membutuhkan 5 hingga 10 orang dalam waktu enam bulan. Selain itu, dibutuhkan pengetahuan sistem kontrol industri dan akses terhadap sistem itu untuk melakukan pengujian kualitasnya; sekali lagi ini mengindikaskan bahwa ini adalah sebuah proyek yang sangat terorganisir dan memiliki dana besar.

Mengenal Stuxnet Lebih Dekat

 JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah virus komputer yang dirancang untuk menyerang sistem industri muncul secara luas. Fasilitas nuklir di Iran diduga salah satu target serangan virus tersebut. Hal tersebut mengindikasikan adanya campur tangan suatu negara atau lembaga berdana besar untuk menyusup sistem keamanan nasional negara lain.
Stuxnet disebut-sebut para pakar keamanan sebagai bentuk senjata cyber yang menjadi sarana terorisme di dunia maya. Serangannya tidak hanya mencuri informasi di komputer korban, namun mengambil alih sistem kontrol berbasis mesin.
Sampai saat ini belum diketahui siapa di balik Stuxnet ini. Berikut adalah beberapa informasi mengenai sepak terjang Stuxnet.

Bagaimana Stuxnet Bekerja?
- Virus itu adalah perangkat lunak berbahaya, atau malware, yang umumnya menyerang sistem kontrol industri yang dibuat oleh perusahaan Jerman, Siemens. Para ahli mengatakan virus tersebut dapat digunakan untuk mata-mata atau sabotase. - Siemens mengatakan malware menyebar melalui perangkat memori USB thumb drive yang terinfeksi, memanfaatkan kerentanan dalam sistem operasi Windows Microsoft Corp. - Program serangan perangkat lunak Malware melalui Sistem Supervisory Control and Data Acquisition, atau SCADA. Sistem itu digunakan untuk memonitor pembangkit listrik secara otomatis - dari fasilitas makanannya dan kimia untuk pembangkit listrik. - Analis mengatakan para penyerang akan menyebarkan Stuxnet melalui thumb drive karena banyak sistem SCADA tidak terhubung ke Internet, tetapi memiliki port USB. - Sekali saja worm menginfeksi sebuah sistem, dengan cepat dan membentuk komunikasi dengan komputer server penyerang sehingga dapat digunakan untuk mencuri data perusahaan atau mengendalikan sistem SCADA, kata Randy Abrams, seorang peneliti dengan ESET, sebuah perusahaan keamanan swasta yang telah mempelajari Stuxnet.

Siapa Penciptanya?
- Siemens, Microsoft dan para ahli keamanan telah mempelajari worm dan belum menentukan siapa yang membuatnya. - Mikka Hypponen, seorang kepala penelitian pada perusahaan perangkat lunak keamanan F-Secure di Finlandia percaya itu adalah serangan yang disponsori oleh suatu negara. Stuxnet sangat kompleks dan "jelas dilakukan oleh kelompok dengan dukungan teknologi dan keuangan yang serius." - Ralph Langner, ahli cyber Jerman mengatakan serangan dilakukan oleh pakar yang berkualifikasi tinggi, mungkin negara bangsa. "Ini bukan peretas yang duduk di ruang bawah rumah orang tuanya. Pada website-nya, www.langner.com /en/index.htm, Langner mengatakan penyelidikan akhirnya "fokus" pada penyerang. "Para penyerang harus tahu ini. Kesimpulan saya adalah, mereka tidak peduli, mereka tidak takut masuk penjara."

Di Mana Disebarkan?
Sebuah studi tentang penyebaran Stuxnet oleh teknologi perusahaan AS Symnatec menunjukkan bahwa negara-negara yang terkena dampak utama pada 6 Agustus adalah Iran dengan 62.867 komputer yang terinfeksi, Indonesia dengan 13.336, India dengan 6.552, Amerika Serikat dengan 2913, Australia dengan 2.436, Inggris dengan 1.038, Malaysia dengann 1.013 dan Pakistan dengan 993. Laporan ini terus berubah seiring penyebarannya.

Laporan Pertama
- Perusahaan Belarusia Virusblokada adalah yang pertama mengidentifikasi virus itu pada pertengahan Juni. Direktur Komersial, Gennady Reznikov kepada Reuters perusahaan memiliki dealer di Iran, dan salah satu klien dealer komputernya sudah terinfeksi virus yang ternyata Stuxnet. Reznikov mengatakan Virusblokada sendiri sudah tidak ada hubungannya dengan pembangkit listrik tenaga nuklir di Bushehr. - Menurut juru bicara Siemens, Michael Krampe, Siemens telah mengidentifikasi 15 pelanggan yang menemukan Stuxnet pada sistem mereka, dan "masing-masing mampu mendeteksi dan menghapus virus tanpa membahayakan operasi mereka."

34.000 Komputer di Indonesia Terinfeksi Stuxnet

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia tercatat menjadi negara tertinggi kedua yang di dunia yang terinfeksi Stuxnet, malware (malicious software) alias program jahat jenis worm yang tengah merajalela di dunia saat ini. Demikian hasil analisis Kaspersky Lab, pengembang solusi keamanan terkemuka yang berpusat di Rusia.
Stuxnet, sebuah worm komputer Windows spesifik pertama kali ditemukan pada bulan Juni 2010 oleh sebuah perusahaan keamanan yang berasal dari Belarus. Worm ini menjadi terkenal karena merupakan worm pertama yang memata-matai dan memprogram ulang sistem industri. Belakangan ini, serangan worm Stuxnet telah menimbulkan banyak spekulasi dan diskusi mengenai maksud dan tujuan, asal, dan – yang terpenting - identitas dari penyerang dan targetnya.
Kaspersky Lab belum melihat cukup bukti untuk mengidentifikasi penyerang atau targetnya, tetapi Kaspersky dapat mengkonfirmasikan bahwa ini adalah satu-satunya serangan malware canggih yang didukung dengan biaya besar, tim penyerang dengan keahlian tinggi dan pengetahuan teknologi SCADA yang baik.
"Serangan-serangan ini dapat digunakan sebagai alat untuk perang dunia maya atau terorisme dunia maya atau sabotase dunia maya yang bergantung pada sumber serangan dan targetnya. Sejauh ini apa yang telah kita lihat mengenai Stuxnet lebih cenderung digunakan sebagai alat untuk melakukan sabotase. Kaspersky Lab tidak dalam posisi untuk mengomentari sisi politik dari serangan ini," ujar Eugene Kaspersky, Co-founder and Chief Executive Officer of Kaspersky Lab dalam rilis persnya akhir pekan lalu.
Berdasarkan geografis penyebaran Stuxnet; Iran, India dan Indonesia memimpin dalam hal infeksi sejauh ini. Namun, epidemi Stuxnet (seperti epidemi lainnya) tidak statis; worm ini secara terus menerus menyebar, dan sementara beberapa sistem tetap terinfeksi, banyak dari sistem tersebut telah dibersihkan. Negara yang paling rentan serangan ini adalah India dengan jumlah serangan mencapai 86.258 unit komputer. Indonesia di pisisi kedua dengan korban34.138 komputer.
Tujuan utama worm ini adalah untuk mengakses Simatic WinCC SCADA, yang digunakan sebagai sistem pengendali industri dan bertugas untuk mengawasi dan mengendalikan industri, infrastruktur, atau proses-proses berbasis fasilitas. Sistem serupa digunakan secara luas pada pengilangan minyak, pembangkit tenaga listrik, sistem komunikasi yang besar, bandar udara, perkapalan, dan bahkan instalasi militer secara global.
Pengetahuan mendalam tentang teknologi SCADA, kecanggihan serangan yang berlapis-lapis, penggunaan beberapa kerentanan zero-day dan sertifikat yang sah membawa kita kepada pemahaman bahwa Stuxnet diciptakan oleh tim yang terdiri dari para profesional dengan keahlian yang sangat terampil dan memiliki sumber daya dan dukungan finansial yang besar. Target serangan dan wilayah yang dijangkiti oleh worm ini (terutama Iran) menyiratkan bahwa mereka bukanlah kelompok penjahat dunia maya biasa. Lebih jauh lagi, ahli keamanan Kaspersky yang menganalisa kode worm tersebut menegaskan bahwa tujuan utama Stuxnet bukan untuk memata-matai sistem yang terinfeksi tetapi untuk melakukan sabotase.
Para peneliti di Kaspersky Lab menemukan bahwa worm tersebut mengeksploitasi dua dari empat kerentanan zero-day yang telah dilaporkan langsung kepada Microsoft. Analis Kaspersky telah bekerja sama dengan Microsoft untuk memastikan kelancaran dari peluncuran patch, serta memastikan pelanggan terlindungi dan memperoleh informasi mengenai serangan tersebut. Semua produk Kaspersky Lab telah berhasil mendeteksi dan menetralisir Worm.Win32.Stuxnet.

Sabtu, 02 Oktober 2010

Gaji Programmer Wanita Lebih Besar dari Pria

VIVAnews - Mungkin banyak yang berpandangan bahwa teknologi merupakan 'mainan' pria.
Namun, ternyata peran wanita di sektor teknologi justru lebih banyak diminati perusahaan.
Seperti dikutip dari Silicon Alley Insider, stasiun TV AS CNBC mengatakan bahwa 91 persen laki-laki lulusan ilmu komputer di Amerika Serikat yang mendapat pekerjaan dalam jangka waktu enam bulan, mendapatkan gaji awal sebesar US$ 60 ribu atau sekitar Rp 535 juta.
Sementara, 95 persen dari wanita lulusan ilmu komputer yang mendapat kerjaan dalam tempo waktu yang sama mendapat gaji yang lebih tinggi, yakni US$ 62 ribu atau sekitar Rp 553 juta.
Aaron Reed, dari Neumont University, salah satu universitas di Salt Lake City, mengatakan bahwa mahasiswa lulusan ilmu komputer sangat dihargai di industri teknologi.
"Persentase mereka dalam mendapatken kerja lebih besar daripada pria, gaji mereka lebih besar," kata Reed.
Senada dengannya, Edward Levine, President Neumont University, mengatakan bahwa wanita memang sangat sulit dijumpai di industri ini.
Setidaknya perbandingan jumlah mahasiswa wanita dan pria di jurusan ilmu komputer adalah 1:20.
Padahal, ia melanjutkan, banyak perusahaan-perusahaan teknologi yang menghendaki adanya keragaman di bidang gender.
Apalagi, seringkali para programmer wanita memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik daripada pria


kopas from http://id.news.yahoo.com/viva/20100930/ttc-gaji-programmer-wanita-lebih-besar-d-078ed6a.html

PSSI: "LPI Sama dengan Tarkam"

Niat Gerakan Reformasi Sepak Bola Nasional Indonesia (GRSNI) menggelar Liga Primer Indonesia (LPI), tandingan Liga Super Indonesia (LSI), mendapat tentangan keras dari PSSI. PSSI bahkan menyebut LPI sebagai kompetisi gelap.
"LPI sama dengan tarkam," ujar Nugraha Besoes, Sekjen PSSI, dengan nada lantang ketika berbincang dengan sejumlah wartawan di Kantor PSSI, Komplek Stadion Gelora Utama Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (30/9/2010).
Nugraha mengatakan semua pihak jika ingin menggelar turnamen atau kompetisi dengan tingkat nasional harus mendapat izin dari PSSI. Alasannya karena para anggota PSSI, yaitu klub-klub, sudah terikat dengan agenda PSSI yaitu mengikuti kompetisi mulai dari LSI hingga Divisi Tiga.
"Makanya kalau nggak ada izin dari PSSI, namanya sama dengan Tarkam. Tarkam yang hadiahnya sapi atau kambing," cetusnya.
PSSI kini punya agenda tahunan yang harus ditaati oleh setiap anggotanya. Agenda tersebut berupa kompetisi Liga Super, Divisi Utama, Divisi Satu, Dua dan Tiga. Lalu ada kompetisi kelompok umur untuk tingkat junior.
Kemudian ada Liga Futsal dan akan diselenggarakan Liga Sepak Bola Wanita. Tak hanya itu ada pula turnamen Piala Indonesia yang mempertemukan semua klub dari berbagai level kompetisi di tanah air. Belum lagi jadwal kegiatan timnas senior dan junior.
Jika LPI nanti tetap ngotot digelar, PSSI mempertanyakan waktu penyelenggaraannya. "Liga Super itu delapan bulan. LPI mau ditaruh di mana? Kalau mau bikin dua tim, satu tim saja repot ngurusnya," imbuhnya.
Tak hanya itu peringkat klub peserta LPI juga dipertanyakan PSSI. PSSI menilai rencana LPI yang akan menampung semua klub dalam satu kompetisi sangat tidak masuk akal.
"Masa yang di Liga Super disatukan dengan yang di Divisi Utama atau Divisi Satu? Yang berhak menentukan peringkat dan posisi klub tetap PSSI," tegasnya.
PSSI berjanji benar-benar akan menindak tegas, tidak hanya klub, tapi juga pemain yang ikut serta di LPI. Klub akan dicoret dari keanggotaan PSSI. Pemain yang merumput di LPI akan dikenakan sanksi hingga tak boleh bergabung dengan timnas.
"Makanya semuanya dipikir baik-baik dulu deh. Jangan seakan-akan yang paling tahu soal aturan" tambahnya.
Soal adanya dukungan Menpora Andi Mallarangeng terhadap rencana menggelar LPI, Nugraha menanggapinya dengan santai. "Yah mungkin beliau belum tentu tahu dengan aturan PSSI atau FIFA," tandasnya.
PSSI bisa memberi izin jika LPI ingin mengambil alih penyelanggaran Piala Indonesia. "Kalau itu boleh, silakan, karena kan sifatnya turnamen. Mereka silakan menyelenggarakannya, mencari dana dan sebagainya. Tapi tetap harus ada izin PSSI," tandasnya.
Fajar Anugrah Putra

kopas from http://id.news.yahoo.com/yn/20101001/tsp-pssi-lpi-sama-dengan-tarkam-524eb14_1.html

Sejarawan: Gerakan 30 September Tidak Akan Terungkap

Yogyakarta (ANTARA) - Peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak akan pernah terungkap secara utuh karena seluruh tokoh kunci gerakan tersebut sudah meninggal dunia, kata sejarawan dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Budiawan.
"Rangkaian kejadiannya memang dapat terlacak, tetapi siapa yang sesungguhnya menjadi dalang gerakan tersebut tidak akan pernah diketahui karena sudah tidak ada tokoh kunci gerakan tersebut yang masih hidup," katanya di Yogyakarta, Kamis.
Selain itu, menurut dia versi-versi sejarah tentang Gerakan 30 September yang diungkapkan para ahli hanya mengungkapkan secara sepotong-sepotong dan sebagian besar tidak melalui metodologi penelitian baku.
"Versi tunggal yang digunakan oleh rezim Orde Baru ternyata juga tidak sepenuhnya benar, cenderung mendramatisasi fakta, bahkan berbagai pihak menganggap versi Soeharto dongeng belaka," katanya.
Selain itu, ia mengatakan diskriminasi yang dialami oleh mantan tahanan politik Orde Baru telah mengakibatkan beban psikologis kepada para mantan tahanan politik tersebut.
"Setelah mereka dibebaskan tidak serta merta mereka mendapatkan kebebasan yang sesungguhnya karena pada kenyataannya mendapat stigma sangat buruk dari kalangan masyarakat," katanya.
Ia mengatakan diskriminasi tersebut tidak hanya datang dari negara dan masyarakat, bahkan para mantan tahanan politik Orde Baru mendapat diskriminasi dari saudara mereka.
"Situasi yang mengondisikan para mantan tahanan politik tersebut menjadi pihak yang serba salah. Orde Baru berperan besar dalam menciptakan diskriminasi tersebut," katanya.
Menurut dia, aparatur negara tidak merasa mendiskriminasikan para mantan tahanan politik karena merasa memiliki payung hukum yang sah untuk menempatkan para mantan tahanan politik sebagai warga yang patut dibedakan.
"Oleh karena itu sampai saat ini para mantan tahanan politik tersebut masih menyimpan trauma dan menanggung beban psikologis yang sangat berat," katanya.

kopas from http://id.news.yahoo.com/antr/20101001/tpl-sejarawan-gerakan-30-september-tidak-cc08abe.html

Sri Mulyani: I'll Be Back

Ruang Diamond 3 di lantai dasar Hotel Nikko, Jakarta Pusat, Kamis (30/9) malam, penuh. Pengunjung bukan sembarang orang. Di sini hadir tokoh-tokoh pejuang demokrasi yang lantang mengkritik kesewenang-wenangan.
Lihat saja, di situ ada budayawan dan pendiri Majalah TEMPO Goenawan Mohamad, selain itu ada Rocky Gerung juga A. Rahman Tolleng, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bakti, praktisi hukum Todung Mulya Lubis, mantan Pemimpin Redaksi SCTV Rosiana Silalahi yang adalah pendiri Rosi Inc.
Hadir pula Marsillam Simanjuntak yang adalah bekas Jaksa Agung dan Sekretaris Kabinet serta Menteri Kehakiman pada 2000-2001.
Di dinding sebelah kiri dalam ruangan itu terpampang sebuah gambar mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang kini berada di Amerika Serikat sebagai Managing Director World Bank (Bank Dunia). Di sebelahnya, dalam satu bingkai, ada tulisan besar www.srimulyani.net.
Sosok yang menjadi simbol situs yang didirikan Perhimpunan Pendidikan Demokrasi inilah yang meringankan langkah para tokoh prodemokrasi untuk hadir ke situ. Situs ini disebut adalah media untuk memajukan etika publik. Todung Mulya Lubus mengatakan, Sri Mulyani layak dijadikan ikon etika publik. "Dia tegas menolak kekuasaan, dan membela kepentingan publik dari rongrongan politik keruptif elite kekuasaan," katanya.
Ketika memimpin Departemen Keuangan, Sri Mulyani terkenal tegas tanpa pandang bulu. Dia menyingkirkan anak buahnya yang korup. Misalnya membersihkan Bea dan Cukai, memburu pengusaha pengemplang pajak yang nilainya lebih seratus triliun rupiah, dan meluruskan etika berbisnis di negeri ini. Untuk kepentingan publik, dia tak mau didikte para pemangku kepentingan politik.
Sejumlah elit politik yang berkolaborasi dengan pebisnis gerah dengan langkah Sri Mulyani. Jangan ditanya jika si elite politik itu adalah juga seorang pebisnis, tentu lebih jengkel lagi. Dimotori Partai Golkar yang dipimpin Aburizal Bakrie, pemilik gurita bisnis Grup Bakrie, sejumlah politisi di Dewan Perwakilan Rakyat menggulirkan perkara Bank Century pada 2009.
Mereka menuding kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengucurkan dana talangan Rp 6,7 triliun untuk menyelamatkan Bank Century telah merugikan negara. Sri Mulyani selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang mengambil keputusan itu pada November 2008 berdasarkan rekomendasi Gubernur BI, Boediono yang kini Wakil Presiden.
Sebenarnya, begitu kasus ini dimunculkan di DPR, sudah terbaca bahwa targetnya adalah Sri Mulyani. Selama kasus ini berjalan, terlihat betul persoalan Century ditimpakan pada diri Sri Mulyani seorang. "Apakah pejabat publik yang tugasnya membuat kebijakan publik, pada saat sudah mengikuti rambu-rambu, dia masih bisa di-victimize oleh sebuah proses politik?" kata Sri Mulyani suatu waktu.
Tak perlu bicara soal hukum, sebab hingga kini perkara ini tak pernah diusut. Ketika Sri Mulyani lebih memilih pinangan Bank Dunia daripada mempertahankan posisinya sebagai Menteri Keuangan, kasus ini pun menjadi senyap.
Tetapi, Sri Mulyani tak menganggap langkahnya itu sebagai kekalahan. "Justru saya menang," kata dia. "Selama saya tak mengkhianati kebenaran, selama saya tak mengingkari nurani saya, dan selama saya masih bisa menjaga martabat dan harga diri saya, maka di situ saya menang."
Sikap seperti itulah yang kemudian menempatkannya menjadi ikon etika publik di situs itu. "Mudah-mudahan situs ini bisa menjadi tempat pendidikan politik yang baik, bagaimana etika publik yang baik," kata Ikrar Nusa Bhakti.
Bahkan menurut dia, Sri Mulyani punya kapasitas dan kapabilitas menjadi Presiden RI 2014. "Sejak pertama bertemu di Salemba, saya sudah membatin, one day, Sri Mulyani will become my leader," katanya. "Langkah-langkah Sri Mulyani dalam menggalang reformasi cukup mengambil peran, sehingga pantas sebagai Presiden RI mendatang."
Untuk menuju RI-1 pada 2014, menurut pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, melihat Sri Mulyani akan muncul sebagai calon Presiden pada 2014. Pendapat hampir sama juga disampaikan pengamat politik Soegeng Sarjadi Syndicate, Sukardi Rinakit.
Kendati tak punya kendaraan politik, mereka memperkirakan, bila popularitas Sri Mulyani terus meningkat, kendaraan politik akan mudah didapatkan. Menurut Burhanuddin, jika Sri Mulyani hendak mencalonkan diri pada 2014, dia harus segera pulang.
"Ill be back." Begitu bunyi salah satu kalimat di situs itu.

kopas from http://id.news.yahoo.com/yn/20101001/tpl-sri-mulyani-ill-be-back-2a441bb.html

Terbesar di Eropa, Tulang Paha Dinosaurus 2,2 Meter Ditemukan

REPUBLIKA.CO.ID,PARIS--Dalam penggalian di Prancis, ditemukan tulang paha dinosaurus sepanjang 2,20 meter. Ini merupakan tulang paha terbesar yang pernah ditemukan di Eropa. Demikian diumumkan oleh organisasi bagi penelitian ilmiah CNRS.
Tulang paha itu ditemukan ketika dilakukan penggalian di desa Angeac, sebelah utara Bordeaux. Ini adalah tulang sauropode yang hidup sekitar 130 juta tahun silam. Dalam penggalian itu ditemukan seluruhnya lebih dari empat ratus tulang. Ini menjadi tempat penemuan terbesar yang pernah ada di Prancis.
Rekor sebelumnya terjadi sepekan lalu. Ilmuwan Spanyol mengumumkan penemuan tulang paha sepanjang 1,92 meter. Tulang berusia 150 juta tahun itu ditemukan dalam penggalian di sekitar Valencia.

Pengamat: Janggal Pelaku Tinggalkan Surat Wasiat

Pengamat: Janggal Pelaku Tinggalkan Surat Wasiat
Liputan6.com, Jakarta: Tindakan Ahmad Bin Abu Ali membuat surat wasiat sebagai bentuk pembalasan terhadap polisi dianggap aneh. Umumnya pelaku teroris dalam suatu jaringan tak pernah melakoni hal itu. "Tidak pernah ada surat berisi ancaman seperti itu. Biasanya kalau pun ada hanya untuk keluarga saja. Dan biasanya disampaikan secara berantai," tutur pengamat teroris Al Chaidar di Jakarta, Kamis (30/9).
Al Chaidar juga menambahkan, bentuk balas dendam mengatasnamakan jihad adalah keliru. "Melampiaskan emosi-emosi personal itu tidak boleh," ucap Al Chaidar.
Terkait aksi Ahmad bin Abu Ali, tak menutup kemungkinan bakal muncul lagi. Tindakan itu dijalani sebagai bentuk kekecewaan terhadap aksi Detasemen Khusus 88 Antiteror yang eksesif. "Mungkin saja karena ini frustasi sosial yang cukup meluas sekarang," imbuh Al Chaidar.
Ahmad bin Abu Ali terluka terkena ledakan bom yang dibawa dengan sepeda ontel di Kalimalang, Jakarta Timur. Pelaku kini dirawat di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jaktim.(AIS)

kopas from yahoo.com